Senam Gemu Fa Mi Re dan Rasa Nasionalisme Kita

Tags

, , , , ,

BEBERAPA hari terakhir ini, perhatian publik di departemen di perusahaan tempat saya bekerja tertuju pada sebuah gelaran lomba senam yang akan diadakan pada Jumat 16 Desember 2016 pekan depan. Sebuah lomba yang digelar untuk memeriahkan ultah ke-58 perusahaan tempat saya bekerja. Panitia pun memilih senam Gemu Fa Mi Re sebagai tema utama dalam lomba kali ini. Seperti kita tahu, sekitar setahun belakangan, senam Gemu Fa Mi Re telah menjadi idola di kalangan pegiat senam, baik di kantor-kantor ataupun instansi-instansi pemerintah. Bahkan pada Februari 2015 silam, sebuah kelompok kebudayaan  bernama Flabamora Group pernah menampilkan senam ini di acara Canberra Mulcultural Festival di Australia.

gemufamire.jpg

Senam Gemu Fa Mi Re yang dilakukan oleh para Jalasenastri. (Foto: https://inspiratifnews.com)

Senam Gemu Fa Mi Re sendiri identik dengan sebuah lagu dengan judul yang sama, yaitu Gemu Fa Mi Re yang berasal dari Maumere, NTT. Lagu tersebut diciptakan oleh seorang musisi asal Sikka bernama Frans Cornelis Dian Bunda atau yang lebih akrab disapa Nyong Franco.

Fenonema senam dengan iringan lagu daerah juga pernah terjadi di tahun 2000-an. Saat itu senam Poco-Poco mendadak menjadi sebuah fenomena yang digandrungi oleh banyak kalangan. Yopie Latul, penyanyi asal Maluku, mempopulerkan lagu Poco-Poco dengan suguhan goyangan yang enerjik hingga menjadi salah satu ‘senam wajib’ di kantor-kantor ataupun instansi-instansi pemerintahan saat itu.

Booming-nya senam Poco-Poco ataupun Gemu Fa Mi Re adalah contoh, ternyata masih ada rasa nasionalisme di kalangan kita. Perasaan gembira saat menarikan gerakan-gerakan senam tersebut akan bertambah greget bila juga diiringi dengan rasa ingin tahu kita mengenal lebih jauh latar belakang lagu-lagu daerah tersebut. Tak hanya untuk Poco-Poco ataupun Gemu Fa Mi Re, melainkan juga banyak lagu-lagu daerah populer yang lain yang ada di Indonesia.

Salam Indonesia! (Arie Kurniawan)

Ulasan Singkat Jas Hujan Tiger Head Torch 68309 (Bag. 2)

Tags

, , ,

MENYAMBUNG tulisan saya di bulan Februari 2016 silam tentang jas hujan merek Tiger Head tipe Torch 68309 yang baru saja saya beli saat itu, berikut saya berikan ulasan singkat setelah pemakaian dalam kurun waktu 9 bulan.

Pertama, celana dari setelan jas hujan ini telah mengalami kebocoran di bagian jahitan selangkangan. Bila dipakai berkendara di tengah hujan yang agak deras, air merembes melali sela-sela jahitan yang saya duduki ketika berkendara. Bila harus berkendara dalam waktu yang cukup lama (sekitar 1 jam), alhasil celana yang saya pakai pun ikut basah karena rembesan air hujan.

Kedua, jahitan yang menghubungkan bagian hoody (penutup kepala) dengan kerah sudah terlepas sepanjang sekitar 5 cm.

Ketiga, lapisan bagian dalam jaket yang berbentuk jala, di bagian kedua lengan sudah tidak fixed lagi, sehingga menyulitkan saya ketika sedang memakai jas hujan ini terutama saat memasukkan kedua lengan saya.

Itulah tiga poin mendasar perubahan jas hujan Tiger Head Torch 68309 setelah 9 bulan pemakaian. Kondisi ini mungkin berbeda dengan pengalaman Anda, tegantung bagaimana cara kita merawat dan memperlalukan jas hujan ini.

Semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)

Atasi Gejala Cantengan (Paronychia) dengan Ichtyol

Tags

, , ,

SAAT SMA dulu, saya pernah punya pengalaman menderita cantengan (paronychia) di ibu jari kaki kiri yang tak kunjung sembuh. Dalam kurun waktu yang lama saya merasa cukup tersiksa. Aktivitas saya, terutama aktivitas olahraga pun menjadi terhambat. Berbagai cara pengobatan pun saya tempuh, namun tak kunjung menemui kesembuhan. Akhirnya sesuai saran dokter, saya pun memilih opsi untuk mencabut kuku ibu jari saya tersebut. Dan benar saya, tak berapa lama infeksi tersebut sembuh.

Cantengan adalah infeksi pada kulit yang terjadi di sekitar kuku. Cantengan bisa disebabkan oleh jamur atau bakteri. Pemicu cantengan kebanyakan adalah cara memotong kuku yang salah sehingga sisa kuku di tepi ketika tumbuh akan melukai kulit sehingga terjadilah infeksi. Cantengan dapat dialami oleh semua jari, namun yang paling susah penyembuhannya adalah cantengan pada ibu jari kaki.

Pengalaman pahit menderita cantengan di atas membuat saya sekarang lebih berhati-hati. Bila muncul gejala nyeri yang mengarah pada cantengan, segera saya oleskan salep Ichtyol atau yang lebih umum dikenal orang sebagai salep hitam. Seperti yang saya rasakan tadi malam. Setelah berbanjir-banjir ria di jalanan Kab. Sukoharjo pada malam sebelumnya dan kemarin pagi, rasa nyeri mirip gejala cantengan pun saya rasakan hadir di kuku ibu jari kaki saya. Malam harinya, saya pun mengoleskan salep tersebut pada bagian yang sakit. Dan, pagi tadi alhamdulillah rasa nyeri tersebut telah jauh berkurang.

ichthyol.jpg

Salep Ichtyol kemasan 15 gram. (Foto: Tokopedia)

Salep Ichtyol tergolong murah dari segi harga. Kemasan kecil ukuran 15 gram di apotek dihargai sekitar Rp6.000,00. Harga yang jauh lebih murah dibanding manfaat yang diberikannya. Jadi bagi Anda yang sedang mengalami gejala awal cantengan seperti yang saya alami semalam, saya sarankan untuk segera memberikan salep Ichtyol. Tak ada salahnya pula Anda selalu menyediakan salep ini di rumah sebagai persediaan.

Semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)