Ketika Bebek Matik Menjadi Motor Alternatif Keluarga

INI adalah pengalaman saya sebagai penglaju sekaligus ayah 1 putra di dalam keluarga. Bulan Juni 2014 lalu, keluarga kecil saya meminang bebek matik yang memang sudah diincar istri saya sebagai pengganti Shogun merah 110 yang terjual beberapa hari sebelumnya. Si Merah Shogun harus dijual karena memang usianya yang sudah tua, daripada selalu keluar uang untuk biaya servis, maka dipinanglah Si Matik Honda BeAT FI dengan harga empat belas juta pas kala itu.

beat-fi-hard-rock-black
Honda BeAT FI Hard Rock Black. (Foto: https://enoanderson.wordpress.com)

Sebenarnya ada alasan lain di balik pembelian Si Matik kala itu, yaitu hadirnya jagoan kecil saya di tengah-tengah kami sekeluarga di bulan itu juga. Saya dan istri memprediksi dengan hadirnya Si Matik, kelak jalan-jalan jarak dekat bersama si kecil akan lebih mudah. Dan kenyataannya memang begitu. Di usianya yang ke tiga bulan, si kecil sudah kami ajak sowan ke rumah embahnya di Solo dengan Si Matik ini, tentu saja dengan turut serta segala tetek bengek keperluannya.

Seperti kita tahu, bepergian dengan buah hati yang masih kecil selalu membutuhkan ruang khusus pada kendaraan untuk mengangkut segala keperluannya. Mulai dari pakaian, perlengkapan seperti dot, susu, minyak telon, bedak, popok, dan sebagainya. Bila menggunakan kendaraan roda empat tentu hal itu tidak ada masalah, namun bila kondisi menghadapkan pada penggunaan sepeda motor roda dua, maka bebek matik inilah salah satu solusinya. Bagasi di bawah jok yang cukup luas, serta ruang di bawah kemudi yang bisa ditumpuki dengan tas dan kemasan barang lainnya, membuat tipe matik seperti ini lebih menjadi pilihan ketika harus bepergian bersama si kecil untuk jarak yang tidak begitu jauh. Ingat, untuk jarak yang tidak begitu jauh, sebab untuk jarak jauh tidak dianjurkan bepergian bersama si kecil menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

Sampai sekarang, ritual tersebut tetap kami jalani di usia putra saya yang sudah 15 bulan. Sebulan sekali selalu kami sempatkan sowan ke rumah simbahnya (orang tua saya) yang ada di kota Solo. Perjalanan kurang lebih satu jam dengan kecepatan sedang, terasa lebih nyaman menggunakan Si Matik, tanpa harus khawatir barang bawaan tercecer di jalan. Dan mungkin pengalaman ini akan menjadi lain cerita bila yang kami gunakan adalah Supra X 125 milik saya.

Bagaimana dengan pengalaman Anda? (Arie Kurniawan)

Advertisements

4 thoughts on “Ketika Bebek Matik Menjadi Motor Alternatif Keluarga”

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s