Monumen Bedol Desa, Simbol Pengorbanan yang Terlantar

BILA Anda berkunjung ke kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, tepatnya di area pintu air waduk di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Anda akan mendapati sebuah monumen yang diberi nama Monumen Bedol Desa. Monumen ini berwujud patung satu keluarga (terdiri atas ayah, ibu, dan dua orang anak) yang hendak bertransmigrasi. Menurut catatan sejarah, saat Waduk Gajah Mungkur dibangun pada tahun 1970-an, penduduk yang tergusur proyek pembangunan ini ditransmigrasikan ke Desa Sitiung, Provinsi Sumatra Barat. Dan monumen inilah yang kemudian dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi rakyat Wonogiri yang bersedia ditransmigrasikan demi kepentingan pembangunan waduk ini.

bedoldesa
Monumen Bedol Desa, Wonogiri. (Foto: Dokumen pribadi)

Saat saya berkunjung ke monumen tersebut beberapa waktu lalu (25/10), saya mendapati kondisinya yang cukup memprihatinkan, penuh dengan coretan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Padahal bila kita tilik sejarah yang melatarbelakanginya, justru monumen ini bisa menjadi kebanggaan te3rsendiri bagi rakyat Wonogiri. Dan bila mampu dikelola dengan baik, tempat ini bisa menjadi ikon wisata yang menarik bagi Kabupaten Wonogiri pada khususnya. Semoga. (Arie Kurniawan)

Advertisements

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s