Roti Widoro, Kudapan Klasik dari Sukoharjo

ANDA yang tinggal di Kabupaten Sukoharjo pasti sudah tidak asing dengan nama Roti Widoro. Roti bercita rasa klasik yang sampai sekarang masih menjadi pilihan untuk disajikan pada acara-acara keluarga, seperti pernikahan, selamatan, khitanan, dan sebagainya. Roti ini sering dipakai sebagai ulih-ulih, yaitu bingkisan yang dibawa pulang oleh para tamu undangan.

Widoro adalah nama sebuah dusun di Kabupaten Sukoharjo, yang masuk dalam wilayah Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Di dusun inilah pabrik roti yang legendaris itu didirikan dan eksis sampai sekarang.

Adalah Wongsodinomo, seorang juru masak Keraton Kasunanan Surakarta yang pada tahun 1918 membeli sebidang tanah di Dusun Widoro, Kabupaten Sukoharjo. Sebuah dusun yang kala itu jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Berbekal pengetahuan dan pengalamannya sebagai juru masak Keraton Kasunanan Surakarta, maka pada tahun 1922 ia memulai membuat roti kecil-kecilan di Widoro. Saat itu memang sudah ada beberapa pabrik roti di kawasan pecinan kota Solo, seperti Roti Babah Satoe dan Roti Loewes, namun jangkauan distribusi pabrik-pabrik tersebut masih sebatas di kota Solo saja. Itulah salah satu faktor yang menjadikan Roti Widoro kian berkembang pesat di Sukoharjo.

rotiwidoro
Roti Widoro yang siap dikemas dan dipasarkan. (Foto: https://perfectelle.wordpress.com)

Di tahun 1950-an, karena kehadirannya sering menyertai acara penyambutan pejabat kala itu, maka orang-orang menyebutnya “roti gedhe”. Tahun 1975, Wongsodinomo wafat dan usaha pembuatan roti kemudian diteruskan oleh cucunya, Tamtinah. Pasang surut usaha pun pernah dialami oleh Tamtinah, meski begitu tekadnya untuk tidak menggunakan bahan pengawet ia pegang kuat-kuat. Filosofi Jawa wong ngeki ojo wedi kelangan yang berarti orang memberi jangan takut kehilangan, menjadi kunci bertahannya Roti Widoro sampai sekarang. Saat ini, selain membuat roti bolu, Roti Widoro juga membuat roti krumpul dan lapis mandarin. Resep turun-temurun dan proses pembuatan yang masih tradisional serta tanpa bahan pengawet membuat citarasa klasik roti ini tetap bertahan sampai sekarang. Jadi, bila Anda ingin menikmati sensasi roti dari zaman kolonial, silakan Anda meluncur ke Roti Widoro, di Jalan Raya Sukoharjo – Wonogiri, tepatnya di Kampung Widoro, Kepuh, Sukoharjo.

Itulah secuil sejarah Roti Widoro, semoga mampu memberi Anda inspirasi. (Arie Kurniawan)

Advertisements

2 thoughts on “Roti Widoro, Kudapan Klasik dari Sukoharjo”

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s