Wonogiri dan Bakso

AWALNYA saya kurang ngeh bahwa Wonogiri dan bakso merupakan dua hal yang bisa diidentikkan. Setelah saya hijrah ke Wonogiri tepatnya di tahun 2013 silam, baru saya menyaksikan sendiri bahwa bakso telah menjadi bagian dari masyarakat Wonogiri sehingga tak heran bila bakso dikatakan sebagai salah satu ikon Wonogiri.

Pengalaman saya satu ini adalah contohnya. Setiap ada acara selamatan warga di lingkungan tempat tinggal saya di Kecamatan Selogiri, seperti tujuh bulanan, kelahiran, selamatan orang meninggal, dan sebagainya, bisa dipastikan bakso-lah yang menjadi hidangan utama bagi para tamu yang hadir. Ini satu bukti bahwa bakso telah menjadi bagian dari kultur tradisi masyarakat Wonogiri.

Pun begitu jika Anda berjalan-jalan ke kota Wonogiri, di pinggir-pinggir jalan utama Anda akan menjumpai banyak warung bakso dengan brand dan ciri khas masing-masing. Sebut saja Bakso Mutiara, Bakso Bang Bejo, Bakso Gajah Mungkur, Bakso Titoti, Bakso Cengkal, Bakso Raksasa, dan sebagainya. Bahkan ada beberapa nama yang telah menasional seperti Bakso Lapangan Tembak dan Bakso Titoti.

bakso-pak-kumis.jpg
Bakso khas Wonogiri. (Foto: https://blognyamitra.wordpress.com)

Ciri khas bakso Wonogiri adalah memiliki ukuran yang lebih kecil dari bakso Malang. Memang tidak selengkap bakso Malang, tapi bakso Wonogiri memiliki cita rasa khas daging sapi yang sangat kuat. Selain itu dalam bakso Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau yang disebut thethelan. Inilah yang menjadi pengalaman lidah tak terlupakan bagi para penggemar bakso.

Jadi, bila Anda seorang penggemar bakso dan ingin merasakan sensasi makan di kota yang telah banyak melahirkan nama-nama besar di dunia perbaksoan, Anda wajib datang ke Wonogiri. Selain akan dimanjakan dengan sajian khas baksonya, Wonogiri juga menawarkan keindahan alam yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Silakan, Anda agendakan berlibur ke Wonogiri. Salam. (Arie Kurniawan)

Advertisements

7 thoughts on “Wonogiri dan Bakso”

  1. Di pojok utara-barat lapangan pringgondani ada bakso pak Mento. Rasanya tidak berubah dengan thn 80-an sejak masih berdagang keliling di wilayah Wonokarto dengan pikulan, saat pemukiman baru dibuka dan ganti gerobak sejak jalan lingkungan mulai diaspal. Jadi menu wajib setiap saya mengunjungi Wonogiri.

    Like

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s