Mengenal Blind Track pada Pedestrian

SEBAGIAN besar dari Anda mungkin masih ada yang belum paham apa itu blind track. Blind track atau dalam bahasa Indonesia disebut jalur tunanetra, adalah jalur khusus yang diberi ubin dengan cetakan tertentu (guiding block) untuk memandu perjalanan para penyandang tunanetra. Di kota-kota besar seperti Solo, blind track sudah dapat kita temui di banyak tempat, termasuk di jalur-jalur pejalan kaki (pedestrian). Hanya saja di kota Solo sendiri, keberadaan blind track tersebut masih banyak yang kurang konsisten, entah itu terpotong jalurnya, terhalang tiang listrik, atau yang lainnya.

blindtracksolo.jpg
Blind track di kota Solo yang belum konsisten. (Foto: Mayor Haristanto)

Secara umum, ada dua motif timbul yang digunakan dalam ubin pemandu (guiding block) ini, yaitu motif garis-garis dan motif bulat-bulat di mana kedua motif tersebut memiliki arti masing-masing. Motif garis-garis menunjukkan arah perjalanan, sedangkan motif bulat-bulat memberi peringatan terhadap adanya perubahan situasi di sekitar.

guidingblock
Makna dalam motif timbul guiding block. (Foto: https://pbs.twimg.com)

Selain kedua motif tersebut, pedestrian yang diberi guiding block haruslah mempunyai permukaan yang stabil, halus, dan tidak licin. Apabila harus terjadi gundukan, tingginya tidak boleh lebih dari 1,25 cm. Dan untuk memberi perbedaan warna antara ubin pemandu dengan ubin lainnya, maka pada ubin pemandu dapat diberi warna kuning atau jingga.

Demikian share informasi ini, semoga bermanfaat. (Arie Kurniawan)

Advertisements

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s