Deklamasi di Tengah Lagu, Ciri Unik Lagu Pop 80-an

SAYA pernah mempunyai cukup banyak koleksi mp3 lagu nostalgia Indonesia lama yang tersimpan di hardisk komputer kerja saya. Saya mendapatkan lagu-lagu tersebut dari hasil download, copy dari teman, ataupun hasil mentransfer dari CD. Meski terlahir di tahun 80-an, saya sangat menyukai lagu-lagu Indonesia lama dari tahun 70-an dan 80-an. Bagi saya mendengarkan lagu-lagu tersebut dapat membawa jiwa saya mengembara ke era tempo dulu yang saya sendiri belum ada di dunia.

Lagu nostalgia adalah lagu yang mampu membangkitkan kenangan atau ingatan di masa lampau. Masa lampau merujuk pada periodisasi pada kurun waktu tertentu. Anggapan sebuah lagu nostalgia tergantung pada zaman kehidupan yang dijalani seseorang. Namun dalam kenyataan di masyarakat Indonesia, lagu nostalgia identik dengan lagu-lagu yang dirilis di tahun 70-an hingga 80-an.

obbie.jpg
Obbie Messakh, pencipta lagu-lagu yang khas dengan deklamasinya. (Foto: https://kapanlagi.com)

Merujuk pada penjelasan di atas, lagu-lagu pop khususnya di era 80-an, menurut saya memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dipunyai oleh lagu-lagu dari era lain, yaitu adanya deklamasi/dialog di awal dan atau di tengah-tengah lagu. Ciri tersebut tampak pada beberapa lagu ciptaan Obbie Messakh yang banyak menjadi hits sampai sekarang.

Berikut adalah lima lagu nostalgia (tak hanya dari tahun 80-an) pilihan saya yang memiliki deklamasi atau dialog di awal maupun di tengah lagu.

  • Antara Benci dan Rindu (1986). Lagu ini diciptakan oleh Obbie Messakh dan dilantunkan oleh Ratih Purwasih. Lagu melankolis ini memuat deklamasi yang berupa kata-kata di tengah lagu dan dilafalkan sendiri oleh penciptanya, Obbie Messakh.
  • Jangan Ada Dusta di Antara Kita (1996). Lagu Jangan Ada Dusta di Antara Kita terdapat pada album dengan judul yang sama milik Broery Marantika yang dilantukan berdua dengan Dewi Yull. Album tersebut dirilis tahun 1996 dan pada tahun 2009 pernah dibawakan ulang oleh Angkasa Band dan dijadikan single. Lagu tersebut memiliki deklamasi pendek di tengah-tengah lagu.
  • Telepon Rindu (1986). Lagu Telepon Rindu diciptakan oleh Obbie Messakh dan dinyanyikan oleh Nani Sugianto yang merupakan adik kandung Iis Sugianto. Lagu ini terdapat di album Telepon Rindu di tahun 1986. Di lagu ini terdapat dua kali dialog, yaitu di awal dan di tengah lagu.
  • Bangku Tua Jadi Saksi. Versi asli lagu ini dibawakan oleh Dewi Purwati dan pernah dibawakan ulang oleh Maya Angela.
  • Curiga. Lagu ciptaan Wahyu WHL ini dinyanyikan oleh Lola Pitaloka di era 90-an. Lagu yang menceritakan kecurigaan istri terhadap suaminya karena sering pulang malam ini memuat deklamasi pula di tengah-tengah lagunya.

Itulah lima lagu nostalgia Indonesia yang memuat unsur deklamasi/dialog di dalam lagunya. Deklamasi/dialog tersebut semakin menambah keindahan lagu-lagu tersebut dan semakin menguatkan lagu tersebut sebagai penanda kenangan. Semoga bermanfaat. (Arie Kurniawan)

Advertisements

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s