Prostitusi Berkedok Salon di Kota Solo

SELASA 3 Mei 2016, Polsek Banjarsari Solo merazia sejumlah salon yang diduga menjalankan praktik prostitusi. Seperti yang ditulis oleh Solopos.Com, dalam razia itu sebanyak puluhan pekerja salon yang diduga menawarkan layanan plusplus diamankan oleh petugas.

Perihal pristitusi seolah menjadi sebuah hal yang selalu menarik untuk ditelusuri. Masalah ini berkaitan erat dengan kemiskinan, sehingga selama kemiskinan masih tetap ada, prostitusi akan terus kuat menancapkan akarnya.

Begitu juga dengan Kota Solo, sebuah kota yang terkenal akan keanggunan budaya Jawanya ini pun tak luput dari masalah prostitusi. Apalagi, praktik prostitusi di Kota Solo menurut catatan sejarah sudah berlangsung sejak lama.

Menurut telaah historis Erythrina Deasy K., pada tahun 1930-an di Kota Solo telah terdapat titik-titik yang dipakai sebagai ajang prostitusi. Sebut saja Banjarsari, Kestalan, Turisari, dan Cinderejo. Lokalisasi tersebut adalah resmi, pasalnya Belanda memasang tanda plakat stempel hitam sebagai tanda diizinkan oleh Pemerintah Kolonial. Sementara itu, bermunculan juga rumah bordil ilegal tanpa stempel, seperti di Sangkrah, Semanggi, dan Alun-Alun Kidul. Sementara PSK jalanan bisa dijumpai di sekitar Pasar Legi.

Zaman dahulu, di Pasar Legi banyak warga yang mencari wedang petruk (angkringan) atau sekadar menikmati dinginnya angin malam. Dan faktor inilah yang mendorong ”wanita-wanita malam” berkeliaran mencari mangsa. Sedang faktor lain adalah para pedagang yang datang dari luar daerah sebelum hari pasaran banyak yang menginap di pasar dan tentu saja mereka butuh “hiburan” di malam harinya.

Kembali ke soal salon plusplus, Merdeka.Com pada Juni 2013 menulis, pascapenutupan lokalisasi Silir tahun 1998 melalui SK No. 462.3/09/1998, prostitusi di Kota Solo menjadi berkembang di beberapa titik. Di antaranya di Kestalan, Gilingan, dan Kerten. Praktik-praktik prostitusi tersebut telah menyelubung ke dalam bentuk-bentuk usaha seperti penginapan, losmen, hotel kelas melati, hotel berbintang, sampai salon dan pijat.

Kawasan di Kota Solo yang terkenal dengan keberadaan salon plusplus adalah kawasan Pasar Nongko, sekitar 5 menit perjalanan dari Stasiun Solobalapan ke arah barat. Salon plusplus tersebut, sama seperti salon kecantikan pada umumnya juga menawarkan berbagai layanan seperti potong rambut, creambath, facial, lulur, rebonding, hingga spa.

ilussalonplus.jpg
Ilustrasi prostitusi. (Foto: https://tribratanewskulonprogo.com)

Seperti yang diungkap oleh Merdeka.Com, salon-salon ini sepintas dari luar memang cukup sulit untuk dibedakan dengan salon biasa. Namun setelah berada di dalamnya, kita akan dapat membedakannya. Biasanya salon plus-splus ini menyediakan layanan untuk pria dan wanita. Hal pertama yang bisa kita identifikasi adalah cara berdandan para kapsternya yang bisa dibilang cukup berlebihan. Ketika sudah berada di dalam, baru mereka akan menawarkan semua layanan, termasuk “layanan tambahan”. Tak hanya penawaran di dalam salon, penawaran di luar salon pun biasanya mereka lakukan.

Itulah sebuah fenomena nyata yang terjadi di tengah masyarakat kita, terutama di Kota Solo. Diperlukan sikap yang bijak dalam menyikapi fenomena-fenomena tersebut. Menurut saya, razia bukanlah cara yang tepat untuk memberantas prostitusi. Segencar apapun razia yang dilakukan, bisnis prostitusi akan selalu eksis dalam wujud yang beragam. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang ini, pelaku prostitusi seakan sudah fasih memanfaatkan akun media sosial untuk menjaring pelanggannya. Semoga bermanfaat. (Arie Kurniawan)

Advertisements

2 thoughts on “Prostitusi Berkedok Salon di Kota Solo”

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s