Mengenal Profesi Viar Karaoke di Kota Solo

PADATNYA aktivitas sebagian besar warga perkotaan dewasa ini menjadikan kegiatan menghibur diri menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dikesampingkan lagi. Tempat-tempat hiburan malam pun kemudian bermunculan untuk mengakomodasi kebutuhan refreshing sebagian masyarakat perkotaan ini. Salah satu sarana untuk melepas penat yang sampai detik ini masih cukup diminati oleh sebagian kalangan, terutama eksekutif muda dan mahasiswa adalah karaoke. Kota Solo, sebagai sebuah kota yang berkembang pesat lebih dari sekitar satu dasawarsa ini, tak luput pula dari fenomena tersebut.

Berdasarkan pengamatan saya, kemunculan tempat-tempat karaoke di Kota Solo sudah terjadi sekitar tahun 2000-an silam. Saat itu ada beberapa tempat karaoke yang cukup populer di Kota Solo di antaranya Juke Box dan Ocean. Kemudian disusul NAV dan Happy Puppy yang mengusung jargon ‘karaoke keluarga’. Sampai pada sekitar satu dasawarsa belakangan ini, di Kota Solo dan sekitarnya telah terdapat puluhan tempat karaoke dengan suasana dan tarif yang bervariasi.

Munculnya tempat-tempat karaoke tersebut nyatanya dibarengi pula dengan munculnya sebuah profesi pemandu karaoke atau yang biasa disebut LE (lady escort) atau LC (lady companion). Di Kota Solo sendiri profesi ini lebih populer dengan sebutan viar, asal kata dari PR (public relationship). Bagi tempat karaoke, viarviar ini menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik pelanggan.

viar.jpg
Ilustrasi prostitusi di tempat karaoke. (Foto: https://merdeka.com)

Viar mempunyai tugas utama mendampingi dan melayani para tamu saat berkaraoke. Melayani dalam hal ini masih sebatas melayani hal-hal yang wajar seperti mengambilkan minuman, mencarikan lagu, dan sebagainya. Namun ada juga  sebagian viar yang menyediakan ‘layanan tambahan’ sebagai sarana untuk menambah penghasilan, salah satunya dengan menjadi teman kencan di luar tempat karaoke. Hal inilah yang membuat profesi seorang viar dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Masyarakat terlanjut mangasosisikan dan menghubungkan profesi ini dengan praktik-praktik prostitusi.

Sisi lain kehidupan seorang viar sebenarnya tak berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Ada yang masih berstatus sebagai mahasiswi, berkeluarga dan mempunyai anak, juga seorang single parent. Memang profesi ini sangat rentan akan transaksi-transaksi prostitusi, namun semua kembali ke pribadi masing-masing.

Berdasarkan pengalaman beberapa teman di lingkungan saya, secara garis besar ada dua tipe viar karaoke khususnya di Kota Solo, yaitu viar yang memang disediakan oleh tempat karaoke serta viar yang disewa sendiri oleh tamu karaoke. Biasanya dari hubungan pertemanan mereka. Tipe kedua inilah yang sering disebut viar freelance.

Profesi seorang viar karaoke memang memiliki risiko yang sangat tinggi. Jika seorang wanita tidak dapat mengendalikan diri maka bisa saja dia terjerumus dan melakukan hal-hal di luar batas. Terlepas baik dan buruk, inilah sebuah fenomena yang ada di tengah-tengah kita. Semoga bermanfaat. Salam! (Arie Kurniawan)

Advertisements

14 thoughts on “Mengenal Profesi Viar Karaoke di Kota Solo”

  1. AKu baru tau kalo profesi ini bernama Viar, sebelumnya aku cuma tahu orang yang nemenin karaoke hahaha

    Tapi, emang bener kok streotype yang diberikan oleh masyarakat tuh karena viar2 yang pendahulu yang terlibat prostitusi… apalgi di club-club gede, biasanya mereka punya viar pribadi hehe

    Like

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s