Share tentang Migrain

APA yang ada di benak Anda tatkala mendengar kata migrain? Merepotkan bukan? Ya, hal inilah yang saat ini sedang saya alami. Saat baru saja sampai di tempat kerja tadi pagi, mendadak muncul tanda-tanda  migrain saya kambuh, yaitu munculnya aura visual pada penglihatan saya. Berhubung saya sedang menjalankan puasa, ritual minum pereda nyeri pun tak bisa segera saya lakukan. Dan ternyata cukup merepotan, mencoba meredakan migrain tanpa obat-obatan.

Akhirnya saya pun mencoba googling tentang teknik pemijatan refleksi untuk meredakan nyeri migrain. Ada beberapa titik yang dapat dilakukan pemijatan untuk meredakan nyeri migrain, selengkapnya bisa Anda googling sendiri. Dan ternyata setelah melakukan pemijatan sendiri, alhamdulillah migrain mereda dengan sendirinya.

Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga berat yang seringkali berhubungan dengan gejala-gejala sistem syaraf otonom. Ditandai dengan sakit kepala unilateral (hanya pada separuh bagian kepala), berdenyut-denyut, dan berlangsung selama 2 sampai 72 jam.

Penyebab migrain sendiri memang masih dalam penelitian, namun diperkirakan penyebabnya adalah adanya hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (radang). Nah, pelebaran pembuluh darah dan inflamasi inilah yang menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala lain, sebagai contoh mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. Dan faktor genetik adalah pemicu timbulnya migrain.

migrain.jpg
Ilustrasi penderita migrain. (Foto: https://dokter.id)

Pencetus migrain sendiri bisa disebabkan oleh makanan, stres, dan perubahan aktivitas rutin sehari-hari. Mengkonsumsi makanan tertentu seperti cokelat, teh, susu, MSG, makanan yang mengandung tyramine, dan sebagainya dapat pula mencetuskan kambuhnya migrain. Perubahan cuaca atau tekanan udara, stres atau tekanan emosi, bau yang menyengat, reaksi alergi, perubahan kadar hormon (yang dapat terjadi selama siklus menstruasi wanita atau dengan menggunakan pil KB), serta suara bising juga mampu mencetuskan migrain.

Mengenali dan menghindari pencetus migrain adalah cara terbaik untuk mengatasinya, terlebih bila migrain tersebut sudah menghambat bahkan mengganggu aktivitas kita. Mengenali dan menghindari pencetus migrain pun terkadang belum cukup, untuk itu ada baiknya kita tambah pengetahuan kita tentang migrain. Selain itu, berkonsultasi dengan dokter adalah cara bijak untuk menuju kualitas hidup yang lebih baik. (Arie Kurniawan)

Advertisements

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s