Inilah 5 Lagu Nostalgia Indonesia Bertema Hujan yang Bikin Baper

BULAN Juli pun datang. Perlahan, cuaca berubah dan hujan pun sudah lumayan jarang turun. Kalaupun turun, durasinya pun tidak begitu lama. Ini mungkin yang menjadi pertanda datangnya musim kemarau di tahun ini.

Entah kenapa siang ini, di sela-sela waktu kerja ingin sekali rasanya mendengarkan lagu-lagu lama Indonesia yang memiliki tema hujan. Ada banyak memang bila kita mau menghitung, lagu-lagu bertemakan hujan. Hujan memang selalu membawa keindahan. Maka, tak heran bila penyair kelahiran Solo, Sapardi Djoko Damono pernah bersyair tentang sihir hujan.

Langsung saja ke inti pembicaraan, setelah memilih dan memilah, maka inilah lima lagu nostalgia Indonesia bertema hujan yang menjadi kesukaan saya.

Antara Benci dan Rindu (Ratih Purwasih)

Lagu ciptaan Obbie Mesakh inilah yang melambungkan nama Ratih Purwasih sebagai seorang penyanyi. Berkat album Antara Benci dan Rindu (rilis tahun 1986) di mana lagu ini termuat, nama Ratih Purwasih seakan diidentikkan dengan lagu sendu ini. Lirik awal yang catchy“Yang, hujan turun lagi …” menjadikan lagu ini digemari banyak kalangan hingga kini.

Hujan di Polonia (Iin Bimbo)

Lagu Hujan di Polonia ini konon diinspirasi oleh tragedi kecelakaan Garuda di bandara Polonia, Medan, pada 4 April 1987. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang sedang menunggu kedatangan sahabat lamanya di bandara Polonia, kota Medan. Secara tersurat, dipaparkan hujan turun dengan lebatnya saat itu.

Tetes Hujan di Bulan April (The Favourite’s Group)

Lagu pop sedih ini pernah dibawakan oleh beberapa penyanyi, termasuk Mus Mulyadi yang juga merupakan personil The Favourite’s Group bersama A. Riyanto. Lagu ini termuat dalam album The Favourite’s Group Vol 3. Selain Mus Mulyadi, penyanyi Betharia Sonata juga pernah membawakan ulang lagu ini.

Sepanjang Jalan Kenangan (Tetty Kadi)

Lagu ini diciptakan oleh A. Riyanto yang juga merupakan sepupu Tetty Kadi di tahun 60-an. Rekaman pertamanya beredar tahun 1966 yang diiringi oleh Zaenal Combo band bersama delapan lagu karya A. Riyanto yang lain sepertiPulau Seribu, Bunga Mawar, Ayah dan Ibu, Habis Gelap Terbitlah Terang, Teringat Selalu, Si Kura-Kura, dan Alam Desa.

Desember Kelabu (Maharani Kahar)

Lagu ciptaan A. Riyanto ini pernah dibawakan ulang oleh Yuni Shara di tahun 1997. Berkat hal tersebut, sebagian masyarakat mengira bahwa lagu Desember Kelabu adalah lagu milik Yuni Shara. Padahal, lagu ini pertama kali diabawakan oleh Maharani Kahar, seorang penyanyi tahun 80-an kelahiran Surabaya, 13 April 1958.

Itulah 5 lagu nostalgia bernuansa hujan terbaik versi saya pribadi. Barangkali Anda mengoleksi salah satu darinya, tak ada salahnya Anda coba pasang kembali di playlist Anda sambil memaknai hujan yang mungkin sudah jarang turun akhir-akhir ini. (Arie Kurniawan)

Advertisements

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s