Memelihara Pleci (Lagi)

DI RUMAH, kebetulan ada sebuah sangkar burung berukuran kecil yang nganggur, alias kosong tak terpakai. Sangkar tersebut pernah saya pakai untuk memelihara burung perci/pleci (Zosterops palpebrosus) sekitar setahun yang lalu yang kemudian akhirnya mati di tangan predator, entah cicak atau tokek di rumah. Nah, daripada menganggur tak terpakai, timbullah niat saya untuk mengisinya kembali dengan seekor peliharaan. Maka pilihan saya jatuhkan pada burung pleci. Sama dengan sedia kala. Alasannya, selain karena kondisi kandang yang memang berukuran kecil, burung pleci yang sudah terbiasa makan voer, tergolong mudah dalam hal perawatan. Mengingat hampir setiap hari saya ngantor dari pagi hingga sore, maka burung pleci saya rasa cocok untuk saya pelihara.

pleci
Burung kacamata/pleci. (Foto: https://situsburung.com)

Hunting burung pleci pun saya lakukan dengan sambil lalu. Setiap ada kesempatan, saya mencoba memantau di beberapa kios penjual burung yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Namun hasilnya belum sesuai dengan yang saya harapkan. Ini tentunya berkaitan dengan estimasi biaya yang saya anggarkan. Akhirnya pekan kemarin di sela-sela istirahat kerja, saya sempatkan mlipir ke Taman Pasar Burung Depok Solo yang memang tak jauh dari tempat kerja saya. Kios yang saya tuju adalah kios di luar pasar yang sudah biasa saya datangi. Setelah mencoba melihat-lihat, akhirnya saya ditawari seekor burung pleci oleh bapak penjualnya yang sudah saya kenal. Harga yang ditawarkan untuk kualitas pleci seperti itu masih standar, yaitu Rp100.000. Setelah terjadi tawar menawar, akhirnya tersepakati harga sekitar 70% dari harga semula.

Burung pleci pernah menjadi tren tersendiri di kalangan kicaumania beberapa tahun silam. Dan kini popularitas pleci sedikit menurun. Meski begitu pleci masih mempunyai penggemar sendiri yang membuat harganya masih terbilang tinggi. Semoga pleci saya ini mampu menjadi hiburan tersendiri untuk saya. Salam plecimania! (Arie Kurniawan)

Advertisements

5 thoughts on “Memelihara Pleci (Lagi)”

    1. Unggas, dalam hal ini burung memang ada yang butuh perawatan ekstra, ada juga yang perawatannya sangat mudah. Sebelum berniat memelihara burung, memang harus disesuaikan dengan kesibukan kita. Dari situ akan diketahui jenis-jenis burung apa saja yanag cocok kita pelihara. 🙂

      Like

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s