Pengalaman Berkereta dengan Railbus Batara Kresna

SENIN (12/09) kemarin bertepatan dengan libur Hari Raya Kurban, saya beserta istri, tanpa rencana sebelumnya mendadak timbul niatan untuk menjajal Railbus Batara Kresna yang sudah lebih dari setahun ini beroperasi di jalur Purwosari–Sukoharjo–Wonogiri. Tentunya kami mengajak juga putra kami, Erlangga yang sudah sekitar 5 bulan terakhir ini sangat mengemari kereta api.

pasarnguter6
Railbus Batara Kresna singgah di Stasiun Pasarnguter. (Foto: Dok. pribadi)

Hal pertama yang kami lakukan tentu saja adalah membeli tiket. Kebetulan tak jauh dari tempat tinggal saya ada satu stasiun yang juga dilalui oleh Railbus Batara Kresna, yaitu Stasiun Pasarnguter di Kec. Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Harga tiket Batara Kresna untuk sekali jalan sangatlah terjangkau, yaitu hanya Rp4.000. Sedikit lebih murah dibanding tiket odong-odong ataupun kereta kelinci yang selama ini sering kita jumpai. Bagi anak usia di bawah 3 tahun, belum dikenai biaya untuk tiket. Tiket Railbus Batara Kresna dapat dibeli hari itu juga maksimal tiga jam sebelum pemberangkatan di stasiun-stasiun yang dilewatinya.

Kebetulan hari itu sudah cukup siang, jadi untuk sampai ke Stasiun Purwosari dari Stasiun Pasarnguter, kami harus ikut pada pemberangkatan jam 12.43 WIB yang masuk dalam pemberangkatan siang. Sekadar info, Railbus Batara Kresna dalam satu hari melakukan dua kali perjalanan Purwosari–Wonogiri PP, yaitu pada jam 06.00 WIB dari Purwosari dan akan sampai di Stasiun Wonogiri jam 07.45 WIB, kemudian akan kembali ke Purwosari lagi. Untuk pemberangkatan siang, Batara Kresna akan kembali berangkat dari Purwosari jam 10.00 WIB dan akan sampai di Stasiun Wonogiri jam 11.45 WIB, kemudian akan kembali lagi ke Purwosari.

Jam 12.43 WIB, Batara Kresna yang kami tunggu pun datang dari arah Wonogiri. Setelah beberapa staf stasiun melakukan persiapan dengan memasang dua buah tangga besi, mulailah para penumpang naik. Dalam tiket tidak ada pencantuman tempat duduk dan gerbong, jadi Anda bebas memilih gerbong mana saja yang longgar. Persis bila kita naik bus umum.

Perjalanan dari Stasiun Pasarnguter menuju Stasiun Purwosari ditempuh dalam waktu satu jam lebih. Kecepatan railbus memang cenderung pelan mengingat di kiri kanan jalur Purwosari–Wonogiri adalah permukiman yang padat, selain itu masih banyak perlintasan yang tidak ada pintu palangnya. Pemandangan sepanjang perjalanan sangat variatif. Dari Stasiun Pasarnguter hingga Stasiun Solokota (Sangkrah) kita akan disuguhi pemandangan persawahan yang elok dengan beberapa sungai yang harus diseberangi. Sedangkan dari Stasiun Solokota hingga Stasiun Purwosari, mata kita akan dimanjakan dengan suasana ramai khas Kota Solo menyusuri sebagian ruas Jalan Slamet Riyadi. Benar-benar wisata lokal yang murah meriah.

Anda yang belum pernah mencoba berwisata dengan moda transposrtasi satu ini, saya sarankan untuk sesekali mencobanya. Anda yang tinggal di Kota Solo, bisa mencoba berwisata ke Wonogiri dengan menumpang railbus ini. Dan sebaliknya, Anda yang tinggal di Wonogiri atau Sukoharjo, bisa sesekali dolan ke Solo menggunakan moda transportasi ini. Silakan mencoba! (Arie Kurniawan)

UPDATE:

Jadwal keberangkatan Railbus Batara Kresna terbaru (per April 2017) bisa disimak di sini.

Advertisements

7 thoughts on “Pengalaman Berkereta dengan Railbus Batara Kresna”

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s