Mencicipi Kopi Arabika Khas Kintamani, Bali

SEBETULNYA saya bukanlah penggila kopi. Hanya saja, sesekali saya menikmati kopi sekadar untuk mendongkrak semangat dan mengusir kantuk ketika harus beraktivitas. Untuk itulah beberapa hari lalu, adik saya yang kebetulan berkesempatan menginjakkan kakinya beberapa hari di Pulau Dewata, membawakan saya oleh-oleh sebungkus kopi Kintamani kemasan 100 gram dengan merek Indische Coffee dari Desa Belantih Kintamani, Bali. Kawasan dataran tinggi Kintamani memang dikenal sebagai salah satu penghasil kopi bercita rasa khas yang ada di Bali. Dengan komposisi tanah entisel dan regusol serta keadaan udara yang dingin dan kering, membuat tanaman kopi tumbuh baik di sini.

Exif_JPEG_420
Kopi Kintamani merek Indische Coffee. (Foto: Dok. pribadi)

Kopi Kintamani bermerek Indische Coffee ukuran 100 gram ini dikemas menggunakan kertas karton berlaminasi glossy di luar. Di dalamnya ada sebungkus bubuk kopi yang berbungkus plastik bening.

Saat saya coba menyeduhnya dengan takaran gula yang cenderung sedikit seperti biasa bila saya membuat kopi, aroma harum khas kopi pada umumnya keluar dari cangkir saya. Menambahkan gula bisa mengurangi citarasa asli kopi, itulah mengapa saya hanya menambahkan sedikit saja.

Setelah saya coba mengecapnya, rasa pahit dan sepat hampir tidak saya temukan di sana, malah ada kecenderungan rasa yang mengarah ke aroma jeruk . Dan inilah yang banyak dikatakan sebagai citarasa khas kopi Kintamani. Cara panen yang hanya memilih biji kopi yang telah berwarna merah, membuat kopi Kintamani tidak terlalu pahit dan tidak terlalu sepat di mulut. Itulah yang menjadikan kopi ini istimewa bagi para pecintanya.

Sekali lagi, sebagai seorang yang awam, secara keseluruhan kopi Kintamani merek Indische Coffee ini cukup bisa saya nikmati. Bagi Anda yang mulai mempunyai kebiasaan ngopi, ada baiknya Anda juga menambah perbendaharaan rasa dengan mencicipi berbagai jenis kopi dari seantero Nusantara, termasuk kopi Kintamani ini.

Semoga bermanfaat. Salam! (Arie Kurniawan)

Advertisements

4 thoughts on “Mencicipi Kopi Arabika Khas Kintamani, Bali”

  1. duh asik euy bisa menikmati kopi hitam. Kalo saya mentoknya cuma di kopi instant white coffee model gitu2. Sekali minum kopi hitam, dijamin pusing dan lambung ini cenat cenut *lambung apa kepala sih?* karena enggak kuat.

    Like

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s