Pecas Ndahe Siap Gelar Pentas Ultah Ke-25

DUA puluh lima tahun sudah kelompok musik humor Pecas Ndahe mewarnai scene musik, terutama humor, di Kota Solo pada khususnya dan Pulau Jawa pada umumnya. Berbicara mengenai kelompok ini, ingatan saya selalu saja kembali ke masa-masa saya SMP dahulu, masa di mana kata banyak psikolog adalah masa pencarian jati diri bagi seorang individu, pun juga saya kala itu. Dan Pecah Ndahe adalah salah satu item berpengaruh dalam pembentukan karakter saya saat itu. Bagaimana tidak, Pecas Ndahe cukup populer di lingkungan sekolah saya dulu, bahkan saya ingat salah seorang guru saya di SMP dulu di motornya sempat tertempel juga stiker logo Pecas Ndahe. Ini bukti bahwa Pecas Ndahe sudah ‘meracuni’ kami para remaja yang tumbuh di Kota Solo pada era itu.

Awal Kisah

Pecas Ndahe adalah generasi kedua dari Suku Apakah, sebuah kelompok musik humor yang lebih dulu eksis, yaitu sekitar akhir 80-an di lingkungan Jurusan Seni Rupa, Fakultas Sastra, UNS Solo. Bisa dibilang Pecas Ndahe (kala itu bernama Suku Apakah Junior) adalah regenerasi dari Suku Apakah. Suku Apakah Junior kala itu digawangi oleh Wisik, Nurul, Edy, Firman Gondhes dan beberapa teman lainnya. Kehadiran Suku Apakah Junior saat itu langsung disambut publik dengan dipercayainya mereka mengisi sebuah acara di Radio SAS FM, Solo Baru. Kesempatan ini membuat mereka makin dikenal publik, tak hanya lingkungan kampus UNS.

Di tengah melambungnya kedua nama Suku Apakah, baik senior maupun junior, timbullah konflik yang konon disebabkan ketidaksetujuan Suku Apakah Senior ada embel-embel nama junior pada Suku Apakah dan meminta sang junior untuk membubarkan diri. Akhirnya pada 1993 mereka tidak membubarkan diri namun mengubah nama dengan nama yang baru, yaitu Pecas Ndahe.

Pecas Ndahe di awal terbentuk mempunyai 11 personil, yaitu Nurul (gitar), Wisik (vokal), Wahyu (bas betot), Pras (gitar ritem), Azis (perkusi), Firman Gondhes (vokal, biola), BJ (cuk), Edy Dangdut (cak), Ndaru (vokal), Emil (joker), dan Burhan (joker).

Nama Pecas Ndahe muncul dari ungkapan kekesalan mereka saat mencari nama baru. “Mikir jeneng wae nganti pecas ndahe.” (Memikirkan nama saja sampai pecah kepalanya). Pecas ndahe adalah plesetan kata pecah ndase, yang artinya pecah kepalanya. Sebuah nama yang mudah diingat, unik, dan tentu saja abadi.

Perjalanan selama 25 tahun tentunya tidak dilalui dengan baik-baik saja. Pahit getir dan asam manis, saya percaya sudah dilalui oleh kelompok ini. Pergantian personil juga terpaksa dirasakan oleh Pecas Ndahe sebagai konsekuensi dari eksistensi mereka. Bahkan pada tanggal 1 Juni 2013 silam, Pecas Ndahe harus menerima kenyataan pahit, yang mana salah seorang joker handal mereka, Pakdhe Emil, berpulang menghadap Sang Kuasa karena sakit. Hal ini menjadi pukulan bagi seluruh personil Pecas Ndahe saat itu. Namun, bukan Pecas Ndahe namanya bila terus larut dalam kesedihan, terbukti dengan segala upaya dan tetap terbuka dengan segala masukan, kelompok ini masih tetap eksis hingga detik ini. Tentunya dukungan dari para Ndaser (sebutan untuk penggemar Pecas Ndahe) juga tak bisa kita pandang sebelah mata. Dan saya rasa, inilah aset terbesar Pecas Ndahe, yaitu memiliki ribuan bahkan jutaan fans militan yang lazim disebut Ndaser.

Pentas Ultah Ke-25

Bagi Pecas Ndahe, pentas ulang tahun merupakan ajang untuk bersilaturahim bersama para Ndaser ataupun orang-orang yang pernah menjadi bagian dari Pecas Ndahe, maka tak jarang bila akan kita temui personil-personil lama yang juga turut hadir dalam pentas ulang tahun Pecas Ndahe.

Beragam tema telah diangkat kelompok ini dalam setiap pentas ultahnya. Isu-isu sosial yang sedang menjadi buah bibir di masyarakat pun selalu tersentuh oleh ide-ide kreatif mereka untuk diparodikan. Di tahun 2018 ini, Pecas Ndahe akan menggelar pentas ultah ke-25 tahun yang akan digelar di Pendopo TBS Surakarta pada 14 September mendatang. Info lengkapnya bisa disimak pada foto terlampir di bawah. Dan akhirnya, wedang jahe campur so’on, Pecas Ndahe selamat ulang taon! (Arie Kurniawan)

39928574_2185627035055177_689998975392414197_n.jpg

Flyer digital ultah Pecas Ndahe. (Foto: Instagram Pecas Ndahe Solo)

Advertisements

Add your comments!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s