Category Archives: Keluarga

Inilah Syarat Membuat Kartu Identitas Anak di Kab. Wonogiri

SEPERTI kita ketahui bersama bahwa pada tahun 2016 lalu, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Peraturan Menteri No. 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Kartu Identitas Anak (KIA) adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota setempat.

Tujuan pemberian KIA ini adalah untuk meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik serta sebagai upaya pemerintah memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negaranya.

kia.jpg
Ilustrasi Kartu Identitas Anak. (Foto: http://abuazmashare.id)

Kabupaten Wonogiri, sebagai sebuah kabupaten di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tentu harus pula tunduk pada peratuan tersebut. Untuk itu dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2 Tahun 2016 tersebut, saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri telah membuka pelayanan bagi warganya yang ingin mengajukan pembuatan Kartu Identitas Anak.

Ada dua cara pengurusan dalam permohonan KIA kali ini. Bagi anak yang baru lahir dan sedang dalam proses pembuatan Akta Kelahiran, hal ini bisa diurus di Kantor Kecamatan setempat. Selengkapnya untuk masalah ini bisa ditanyakan kepada kantor kecamatan setempat. Kemudian bagi anak yang telah memiliki Akte Kelahiran namun belum memiliki KIA, orang tua yang bersangkutan cukup mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri dan mengisi formulir yang telah disediakan. Dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut.

  • Fotokopi Kutipan Akta Kelahiran dan menunjukkan Kutipan Akta Kelahiran yang asli.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) orang tua/wali.
  • E-KTP asli kedua orang tua/wali.
  • Pasfoto anak berwarna ukuran 4×6 (2 lembar). Untuk anak di bawah 5 tahun tidak perlu menyertakan foto.

Demikian informasi mengenai persyaratan pembuatan KIA di wilayah Kabupaten Wonogiri hasil wawancara saya dengan salah satu staf di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri. Untuk wilayah lain di Indonesia, saya kira tidak berbeda persyaratannya.

Demikian, semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)

“Cloud Bread”, Animasi Unik Sarat Pendidikan Moral

BELAKANGAN, ketika sedang off kerja dan harus menemani si kecil seharian di rumah, salah satu kegiatan yang saya dan putra saya tunggu-tunggu adalah menonton serial kartun di televisi. Ada banyak serial kartun yang aman untuk anak yang tayang di televisi kita. Salah satunya adalah Cloud Bread yang tayang di RTV.

Cloud Bread adalah animasi unik asal Korea Selatan. Unik karena Cloud Bread dibuat dengan teknik cut-out animation yang masih jarang digunakan. Pada cut-out animation, objek animasi dirancang dan digambar pada selembar kertas kemudian dipotong sesuai bentuk dan diletakkan pada bidang datar yang digunakan sebagai latar.

cloudbread.jpg
Keluarga Hongbi dan Hongshi. (Foto: https://cybergroupstudios.com)

Cloud Bread mengisahkan tentang Hongbi dan Hongsi, dua bersaudara yang bisa terbang berpetualang melalui keajaiban roti awan (cloud bread) buatan ibu mereka. Bersama keluarga dan teman-temannya, Hongbi dan Hongshi menghabiskan masa kanak-kanaknya untuk berimajinasi dan belajar banyak hal tentang kehidupan.

Setiap satu episode Cloud Bread terdapat beberapa kisah pendek. Kisah dalam Cloud Bread berangkat dari kisah anak-anak sehari-hari, dan cerita pun berkembang sesuai pola pikir anak-anak. Bagi Anda yang yang ingin mengajari kebaikan pada si kecil, tak ada salahnya menonton juga animasi ini. Anda tak perlau khawatir akan muatan pada serial ini, sebab beberapa penghargaan pernah diraih oleh serial ini. Salah satunya adalah Korea Content Award 2011. Salam! (Arie Kurniawan)

Share Pengalaman Atasi Hidung Tersumbat Anak dengan Terapi Kamar Uap

SEBAGAI orang tua, menjadi situasi yang tidak mengenakkan ketika buah hati sakit. Seperti yang saya dan istri alami semalam, putra kami (2 tahun 5 bulan), mengalami pilek setelah sekian lama tidak mengalaminya. Mungkin karena kondisi cuaca yang kurang bagus akhir-akhir ini, ditambah dengan kondisi badan yang capai akibat terlalu aktif bermain sehingga pilek dengan mudah mengalahkan sistem imunnya.

Pilek adalah infeksi ringan pada saluran pernapasan yang sering dialami oleh anak-anak. Begitu juga dengan putra saya. Jika sudah begitu, dipastikan saat malam pertama ia mengalami pilek, tidur menjadi tidak nyenyak lantaran hidung tersumbat.

Ada satu solusi murah yang selama ini saya terapkan bila si kecil mengalami hidung tersumbat di hari pertamanya mengalami pilek, yaitu dengan terapi kamar uap. Langkah-langkahnya pun cukup mudah. Silakan disimak berikut ini!

teko.jpg
Ilustrasi air mendidih pada teko. (Foto: https://swanwaters.com)

Rebuslah air satu teko hingga mendidih. Setelah mendidih dan mengalami penguapan, pindahlah air mendidih tersebut pada ember atau baskom, lalu ditetesi beberapa tetes minyak kayu putih. Selanjutnya letakkan ember/baskom tersebut di sudut kamar tempat si kecil tidur. Jangan lupa tutuplah pintu agar aroma minyak kayu putih tetap berada di ruangan dalam beberapa waktu. Niscaya hidung tersumbat yang diderita si kecil akan reda dan tidur si kecil pun menjadi nyenyak.

Upaya ini bisa Anda lakukan beberapa kali dalam semalam sesuai kebutuhan. Selain akan melegakan hidung tersumbat si kecil, aroma dari minyak kayu putih juga akan melegakan pernapasan Anda yang sedang menjagainya. Demikian share pengalaman, semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)

Pengalaman Berkereta dengan Railbus Batara Kresna

SENIN (12/09) kemarin bertepatan dengan libur Hari Raya Kurban, saya beserta istri, tanpa rencana sebelumnya mendadak timbul niatan untuk menjajal Railbus Batara Kresna yang sudah lebih dari setahun ini beroperasi di jalur Purwosari–Sukoharjo–Wonogiri. Tentunya kami mengajak juga putra kami, Erlangga yang sudah sekitar 5 bulan terakhir ini sangat mengemari kereta api.

pasarnguter6
Railbus Batara Kresna singgah di Stasiun Pasarnguter. (Foto: Dok. pribadi)

Hal pertama yang kami lakukan tentu saja adalah membeli tiket. Kebetulan tak jauh dari tempat tinggal saya ada satu stasiun yang juga dilalui oleh Railbus Batara Kresna, yaitu Stasiun Pasarnguter di Kec. Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Harga tiket Batara Kresna untuk sekali jalan sangatlah terjangkau, yaitu hanya Rp4.000. Sedikit lebih murah dibanding tiket odong-odong ataupun kereta kelinci yang selama ini sering kita jumpai. Bagi anak usia di bawah 3 tahun, belum dikenai biaya untuk tiket. Tiket Railbus Batara Kresna dapat dibeli hari itu juga maksimal tiga jam sebelum pemberangkatan di stasiun-stasiun yang dilewatinya.

Kebetulan hari itu sudah cukup siang, jadi untuk sampai ke Stasiun Purwosari dari Stasiun Pasarnguter, kami harus ikut pada pemberangkatan jam 12.43 WIB yang masuk dalam pemberangkatan siang. Sekadar info, Railbus Batara Kresna dalam satu hari melakukan dua kali perjalanan Purwosari–Wonogiri PP, yaitu pada jam 06.00 WIB dari Purwosari dan akan sampai di Stasiun Wonogiri jam 07.45 WIB, kemudian akan kembali ke Purwosari lagi. Untuk pemberangkatan siang, Batara Kresna akan kembali berangkat dari Purwosari jam 10.00 WIB dan akan sampai di Stasiun Wonogiri jam 11.45 WIB, kemudian akan kembali lagi ke Purwosari.

Jam 12.43 WIB, Batara Kresna yang kami tunggu pun datang dari arah Wonogiri. Setelah beberapa staf stasiun melakukan persiapan dengan memasang dua buah tangga besi, mulailah para penumpang naik. Dalam tiket tidak ada pencantuman tempat duduk dan gerbong, jadi Anda bebas memilih gerbong mana saja yang longgar. Persis bila kita naik bus umum.

Perjalanan dari Stasiun Pasarnguter menuju Stasiun Purwosari ditempuh dalam waktu satu jam lebih. Kecepatan railbus memang cenderung pelan mengingat di kiri kanan jalur Purwosari–Wonogiri adalah permukiman yang padat, selain itu masih banyak perlintasan yang tidak ada pintu palangnya. Pemandangan sepanjang perjalanan sangat variatif. Dari Stasiun Pasarnguter hingga Stasiun Solokota (Sangkrah) kita akan disuguhi pemandangan persawahan yang elok dengan beberapa sungai yang harus diseberangi. Sedangkan dari Stasiun Solokota hingga Stasiun Purwosari, mata kita akan dimanjakan dengan suasana ramai khas Kota Solo menyusuri sebagian ruas Jalan Slamet Riyadi. Benar-benar wisata lokal yang murah meriah.

Anda yang belum pernah mencoba berwisata dengan moda transposrtasi satu ini, saya sarankan untuk sesekali mencobanya. Anda yang tinggal di Kota Solo, bisa mencoba berwisata ke Wonogiri dengan menumpang railbus ini. Dan sebaliknya, Anda yang tinggal di Wonogiri atau Sukoharjo, bisa sesekali dolan ke Solo menggunakan moda transportasi ini. Silakan mencoba! (Arie Kurniawan)

UPDATE:

Jadwal keberangkatan Railbus Batara Kresna terbaru (per April 2017) bisa disimak di sini.

“Mother, How Are You Today”

BANYAK lagu yang berkisah tentang ibu. Mulai dari Iwan Fals dengan Ibu-nya, Melly Goeslaw dengan Bunda-nya, atau Steel Heart dengan Mama Don’t You Cry-nya. Itulah sedikit contoh betapa besar sosok ibu di benak dan kehidupan anak-anaknya hingga banyak musisi mengabadikan sosok ibu dalam sebuah lagu.

Bila kita terbang ke tahun 1980 silam, ada sebuah lagu tentang ibu yang sampai kini masih sering diputar di radio-radio yang memiliki program lagu-lagu evergreen. Mother How Are You Today, adalah lagu milik duo Belanda, Maywood. Adalah Caren May dan Alice Wood, dua nama yang menjadi cikal bakal nama Maywood. Album pertama mereka berjudul Maywood, rilis tahun 1980 dan menjadi awal kesukesan mereka. Di album ini ada lagu terbaik dari Maywood, Late At Night dan juga Mother How Are You Today ini.

maywood.jpg
Sampul album Maywood. (Foto: https://991.com)

Lagu Mother How Are You Today, mengisahkan kerinduan seorang anak perempuan akan ibunya di kampung halaman. Kerinduannya dicurahkan lewat surat untuk ibunya (here is a note from your daughter). Dalam suratnya, sang anak berjanji akan menemui sang ibu musim panas mendatang (promise to see you this summer). Sang anak juga mengisahkan dalam surat, bahwa ia telah menemukan pria pujaanya, dan akan mengajaknya untuk bertemu sang ibu suatu saat (I found the man of my dreams, next time you will get to know him).

Nuansa yang ditimbulkan dari komposisi musik di lagu ini, selalu berhasil mengajak jiwa saya berkelana ke negeri asing, dengan padang rumput dan bunga-bunganya yang indah. Entahlah itu di mana. Sekian, semoga bermanfaat. (Arie Kurniawan)