Category Archives: Lain-Lain

Pengalaman Mengganti Kartu ATM Mandiri yang Rusak

SUDAH sekitar sebulan terakhir ini, kartu Debit Mandiri saya retak (ada patahan) di bagian magnetic stripe-nya. Imbasnya adalah di beberapa mesin ATM, kartu saya menjadi tidak terbaca oleh mesin. Selain itu ketika saya pakai untuk bertransaksi di sebuah swalayan di Kota Solo, ternyata mesin EDC yang ada di kasir toko tersebut tidak bisa membaca data kartu saya karena kerusakan kecil tersebut.

Untuk itulah Rabu (21/6) kemarin, saya menyempatkan diri untuk mendatangi sebuah kantor cabang Bank Mandiri yang ada di Jl. Slamet Riyadi, Solo.

atm.jpg
Ilustrasi kartu Debut Mandiri. (Foto: http://infoperbankan.com)

Sebagai persyaratan dalam mengajukan penggantian kartu karena rusak di antaranya adalah kartu ATM lama Anda yang rusak; buku tabungan; menunjukkan Kartu Tanda Penduduk; serta formulir yang telah Anda isi beberapa data tentang diri Anda. Formulir ini disediakan oleh bank yang bersangkutan. Untuk biaya penggantian kartu ATM yang rusak, untuk kartu Debit Mandiri Silver dikenai biaya sebesar Rp15.000 yang dipotongkan dari saldo rekening Anda.

Proses pembuatan kartu baru ini tidak memakan waktu yang lama. Sekitar 15 menitan bahkan bisa kurang. Setelah proses di customer service selesai, Anda akan dipersilakan mengambil amplop yang berisi PIN bawaan kartu ATM baru Anda tersebut. Setelah menerima amplop rahasia tersebut, pergilah ke mesin ATM untuk mengganti PIN bawaan kartu tersebut dengan PIN yang baru sesuai selera Anda. Mudah bukan?

Semoga bermanfaat. (Arie Kurniawan)

Tingkatkan Solidaritas dan Kinerja, PT Tiga Serangkai Gelar Outing Bertema “Synergy for Excellence”

DALAM rangka meningkatkan solidaritas, keakraban, dan kinerja karyawan, Sabtu 21 Januari 2016 lalu, PT Tiga Serangkai, Solo mengadakan acara outing yang bertempat di kawasan wisata Pantai Sepanjang, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta. Acara yang diberi tema Synergy for Excellence ini diikuti oleh 200 orang lebih karyawan kantor pusat Tiga Serangkai, Solo. Menggunakan lima buah bus pariwisata KM Trans asal Karanganyar, rombongan berangkat dari kantor pusat Tiga Serangkai, di Jl. Dr. Supomo No. 23 Solo sekitar jam 6 pagi.

Para peserta yang berjumlah sekitar 230-an orang tersebut telah dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompok beranggotakan sekitar 20 sampai 23 orang. Kelompok-kelompok yang telah terbentuk itulah yang akan melakukan kegiatan outing dalam rangka meningkatkan keakraban dan kerja sama antarkaryawan demi sebuah sinergi untuk kemajuan perusahaan.

Perjalanan ke kawasan wisata Pantai Sepanjang, Gunung Kidul ditempuh sekitar hampir 3 jam perjalanan. Perjalanan dari Kota Solo menuju arah Kab. Sukoharjo, kemudian melintas ke arah barat dan selatan menuju perbatasan Jawa Tengah dan DIY. Mengingat hari itu adalah hari Sabtu, lalu lintas sepanjang perjalanan pun relatif ramai. Uniknya, di sisi-sisi jalan di mana kami melintas, banyak kami temui kerumunan anak-anak pemburu klakson telolet bus berharap sang driver memberikan klakson telolet-nya. Dan benar saja, kebetulan driver bus yang saya tumpangi (KM Trans Pariwisata 04) tergolong driver yang tidak pelit, sehingga tak jarang di sepanjang perjalanan, telolet menggema dari bus yang saya tumpangi.

Akhirnya rombongan sampai juga di kawasan wisata Pantai Sepanjang. Sebelum memasuki kawasan pantai, terdapat sebuah signage besar di sisi jalan yang menjadi penanda kawasan Pantai Sepanjang. Setelah melakukan beberapa persiapan, rombongan pun berkumpul di sebuah lapangan pasir seluas kira-kira setengah lapangan bola untuk melakukan acara pembukaan outing.

Pembukaan acara outing diisi dengan beberapa sambutan. Salah satu sambutan datang dari Master Navigator acara outing, yaitu Hari Sumarsono. Dalam sambutannya ditekankan pentingnya bersinergi dalam menghadapi tantangan global perusahaan yang semakin hari semakin besar. Diharapkan melalui acara ini, PT Tiga Serangkai mampu bersaing di tengah tantangan global, terutama di dunia percetakan dan penerbitan yang merupakan dunia yang digeluti PT Tiga Serangkai selama ini.

Acara outing sendiri diisi dengan berbagai perlombaan. Lomba-lomba yang diperlombakan bukanlah sekadar lomba. Lomba-lomba yang dilombakan ini, bila dicermati menyimpan nilai-nilai positif yang sangat berguna bagi karyawan secara individu maupun karyawan secara kolektif. Berbagai perlombaan inilah yang menjadi sarana transfer nilai-nilai positif tersebut dalam rangka mewujudkan target perusahaan yang belakangan dicanangkan, yaitu menjadi nomor 1. Maka cukup tepat bila tema Synergy for Excellence menjadi tema pelaksanaan outing kali ini.

Di akhir acara, ada pengumuman juara lomba yang digelar di bibir Pantai Sepanjang. Cuaca yang sangat cerah di sepanjang hari itu menambah semangat dan greget tersendiri bagi peserta outing. Dalam penutupannya, kembali Master Navigator acara, Hari Sumarsono menekankan bahwa  sinergi yang positif antarkaryawan, bila diikuti dengan eksekusi yang penuh perhitungan akan menciptakan sebuah karya yang unggul.

Semoga gelaran outing Tiga Serangkai Solo kali ini memang benar-benar mampu merekatkan kembali solidaritas karyawan Tiga Serangkai setelah beberapa lama tidak melakukan kegiatan serupa. Solidaritas akan memunculkan sinergi positif yang dibarengi dengan eksekusi brilian, dan terwujudlah karya-karya Tiga Serangkai yang unggul. Semoga! (Arie Kurniawan)

Berikut rekaman keseruan acara outing Tiga Serangkai Synergy for Excellence hasil jepretan tim dokumentasi Tiga Serangkai dan dokumentasi beberapa peserta.

Begini Kemeriahan Lomba Senam Gemu Fa Mi Re Ala Tiga Serangkai, Solo

HARI ini (16/12) PT. Tiga Serangkai, Solo mengadakan perlombaan senam Gemu Fa Mi Re yang dilaksanakan di halaman kantor pusat perusahaan tersebut, yaitu di Jl. Dr. Supomo No. 23 Solo. Lomba senam kali ini digelar untuk menyambut Hari Jadi Tiga Serangkai ke-58 yang akan jatuh pada bulan Januari mendatang.

Senam Gemu Fa Mi Re sendiri adalah senam dengan iringan lagu Gemu Fa Mi Re yang cukup digemari belakangan ini. Adapun lomba senam kali ini diikuti oleh 8 kelompok senam yang terdiri atas karyawan kantor pusat Tiga Serangkai. Dalam satu kelompok, terdiri atas 10 orang peserta yang tak hanya dituntut untuk mempersiapkan tata gerak dalam senamnya, namun juga memikirkan konsep kostum yang akan dikenakannya masing-masing saat lomba. Sehingga tak heran bila lomba senam kali ini juga menampilkan aneka kostum unik dari para peserta. Berikut adalah nama-nama kelompok peserta lomba berdasarkan nomor urut tampil.

  1. SB Fresh
  2. Fourty Six (Juara II)
  3. Bahagia Sejahtera (Juara I)
  4. TS Mapan (Juara III)
  5. SB Fit
  6. SB Cool
  7. Elang Perkasa
  8. Mawar (Bukan Nama Sebenarnya)

Acara lomba dimulai sekitar pukul 06.30 WIB yang ditandai dengan briefing dan sambutan singkat oleh Kepala HRD Tiga Serangkai sekaligus Ketua Panitia lomba, Ibu Retno Adiapsari. Acara kemudian diteruskan dengan penampilan kedelapan grup peserta. Dewan juri dalam perlombaan ini terdiri atas 3 orang, di mana dua di antaranya adalah instruktur senam yang setiap sepekan sekali mengampu kegiatan senam di Tiga Serangkai Solo.

Acara lomba yang berlangsung sekitar hampir 2 jam tersebut nyata-nyata cukup mampu memberikan hiburan tersendiri. Tak hanya bagi karyawan Tiga Serangkai saja, namun juga bagi warga sekitar juga pemakai jalan yang kebetulan melintas di depan kantor Tiga Serangkai. Sorak sorai peserta dan penonton pun bersahutan dengan irama lagu Gemu Fa Mi Re yang enerjik. Selain kemeriahan dan kegembiraan, acara ini juga saya kira cukup mampu mengobarkan kembali semangat kebersamaan antarkaryawan Tiga Serangkai. Acara seperti kali ini, saya kira cukup pantas bila dijadikan agenda tahunan mengingat begitu signifikannya manfaat yang bisa dipetik dari acara ini.

Dan berikut adalah rekaman kemeriahan lomba senam Gemu Fa Mi Re Tiga Serangkai yang berhasil dijepret oleh salah satu Tim Dokumentasi Tiga Serangkai. Simak!  (Arie Kurniawan)

Ulasan Singkat Jas Hujan Tiger Head Torch 68309 (Bag. 2)

MENYAMBUNG tulisan saya di bulan Februari 2016 silam tentang jas hujan merek Tiger Head tipe Torch 68309 yang baru saja saya beli saat itu, berikut saya berikan ulasan singkat setelah pemakaian dalam kurun waktu 9 bulan.

Pertama, celana dari setelan jas hujan ini telah mengalami kebocoran di bagian jahitan selangkangan. Bila dipakai berkendara di tengah hujan yang agak deras, air merembes melali sela-sela jahitan yang saya duduki ketika berkendara. Bila harus berkendara dalam waktu yang cukup lama (sekitar 1 jam), alhasil celana yang saya pakai pun ikut basah karena rembesan air hujan.

Kedua, jahitan yang menghubungkan bagian hoody (penutup kepala) dengan kerah sudah terlepas sepanjang sekitar 5 cm.

Ketiga, lapisan bagian dalam jaket yang berbentuk jala, di bagian kedua lengan sudah tidak fixed lagi, sehingga menyulitkan saya ketika sedang memakai jas hujan ini terutama saat memasukkan kedua lengan saya.

Itulah tiga poin mendasar perubahan jas hujan Tiger Head Torch 68309 setelah 9 bulan pemakaian. Kondisi ini mungkin berbeda dengan pengalaman Anda, tegantung bagaimana cara kita merawat dan memperlalukan jas hujan ini.

Semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)

Atasi Gejala Cantengan (Paronychia) dengan Ichtyol

SAAT SMA dulu, saya pernah punya pengalaman menderita cantengan (paronychia) di ibu jari kaki kiri yang tak kunjung sembuh. Dalam kurun waktu yang lama saya merasa cukup tersiksa. Aktivitas saya, terutama aktivitas olahraga pun menjadi terhambat. Berbagai cara pengobatan pun saya tempuh, namun tak kunjung menemui kesembuhan. Akhirnya sesuai saran dokter, saya pun memilih opsi untuk mencabut kuku ibu jari saya tersebut. Dan benar saya, tak berapa lama infeksi tersebut sembuh.

Cantengan adalah infeksi pada kulit yang terjadi di sekitar kuku. Cantengan bisa disebabkan oleh jamur atau bakteri. Pemicu cantengan kebanyakan adalah cara memotong kuku yang salah sehingga sisa kuku di tepi ketika tumbuh akan melukai kulit sehingga terjadilah infeksi. Cantengan dapat dialami oleh semua jari, namun yang paling susah penyembuhannya adalah cantengan pada ibu jari kaki.

Pengalaman pahit menderita cantengan di atas membuat saya sekarang lebih berhati-hati. Bila muncul gejala nyeri yang mengarah pada cantengan, segera saya oleskan salep Ichtyol atau yang lebih umum dikenal orang sebagai salep hitam. Seperti yang saya rasakan tadi malam. Setelah berbanjir-banjir ria di jalanan Kab. Sukoharjo pada malam sebelumnya dan kemarin pagi, rasa nyeri mirip gejala cantengan pun saya rasakan hadir di kuku ibu jari kaki saya. Malam harinya, saya pun mengoleskan salep tersebut pada bagian yang sakit. Dan, pagi tadi alhamdulillah rasa nyeri tersebut telah jauh berkurang.

ichthyol.jpg
Salep Ichtyol kemasan 15 gram. (Foto: Tokopedia)

Salep Ichtyol tergolong murah dari segi harga. Kemasan kecil ukuran 15 gram di apotek dihargai sekitar Rp6.000,00. Harga yang jauh lebih murah dibanding manfaat yang diberikannya. Jadi bagi Anda yang sedang mengalami gejala awal cantengan seperti yang saya alami semalam, saya sarankan untuk segera memberikan salep Ichtyol. Tak ada salahnya pula Anda selalu menyediakan salep ini di rumah sebagai persediaan.

Semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)