Category Archives: Roda Dua

Pengalaman Merapikan Plat Nomor di Jl. Kalilarangan, Solo

HARI Rabu (11/1) pekan lalu, saya mengambil plat nomor (TNKB) motor saya yang seharusnya sudah ganti pada bulan Juni 2016 lalu. Sekadar flashback, bulan Juni 2016 kemarin adalah masa habis STNK dan plat nomor kendaraan saya, sehingga STNK dan plat nomornya harus diganti dengan yang baru. Pada waktu itu, ketersediaan material untuk pencetakan plat nomor dari pusat di Samsat Solo kabarnya sedang kosong, sehingga mau tidak mau harus menunggu beberapa waktu. Barulah pekan kemarin, saya baru sempat mengambilnya di kantor samsat Kota Solo. Memang terbilang sangat telat, pasalnya pada bulan Juli 2016, sebulan setelah saya membayar pajak lima tahunan tersebut, harian Joglosemar memuat berita bahwa material plat nomor di Samsat Solo sudah tersedia. Berhubung saya tidak segera mengatahui kabar tersebut, ya sudah akhirnya molor sampai 7 bulan.

Berbicara mengenai plat nomor asli yang dikeluarkan oleh Korlantas Polri, secara fisik bisa saya bilang tidak cukup menarik. Proses pembuatannya yang singkat, tak lebih dari 5 menit, membuat plat nomor keluaran Korlantas ini tidak enak dilihat. Begitu juga dengan plat nomor motor saya yang baru saja jadi tersebut.

Untunglah tak jauh dari tempat kerja saya di Solo ada sebuah kawasan di mana terdapat 80-an kios perajin letter yang menjajakan jasanya. Jalan itu bernama Jl. Kalilarangan. Warga Solo pasti mengenal sekali kawasan ini sebagai pusatnya perajin letter, seperti plat nomor, vandel, pin, name tag, neon box, dan sebagainya.

Siang tadi saat istirahat kerja, saya mencoba untuk memanfaatkan jasa salah satu perajin di kawasan tersebut. Plat nomor motor yang baru saya terima pekan kemarin saya minta untuk dirapikan agar lebih enak dipandang. Proses pengerjaan merapikan plat nomor rata-rata cukup membutuhkan waktu 1 jam. Jadi bila Anda sedang ada waktu, Anda bisa menunggui proses pengerjaannya. Proses pengerjaan perapian plat nomor antara lain urutannya adalah melapisi plat nomor dengan plat tambahan agar lebih kuat. Plat pelapis inilah yang nanti akan dilubangi dan dipasangi baut. Namun bila plat nomor asli Anda sudah terlanjur berlubang seukuran baut, hal ini bisa disiasati dengan memipihkan area sekitar lubang sehingga lubang tersebut tertutup.

kalilarangan.PNG
Berderet kios perajin letter di Jl. Kalilarangan, Solo. (Foto: Google Street View)

Langkah yang kedua dari proses perapian plat nomor ini adalah mengecat ulang dengan cat hitam. Setelah cat kering, barulah plat nomor tersebut ditempeli stiker angka dan huruf yang sesuai nomor plat nomor tersebut. Untuk sepasang plat nomor motor, jasa perapian dipatok harga sebesar Rp35.000,00. Sedangkan untuk sepasang plat nomor mobil sebesar Rp60.000,00.

Kerapian plat nomor, kalau saya bilang secara tidak langsung berpengaruh pada penampilan motor/mobil Anda. Sayang rasanya bila motor/mobil sudah bersih dan rapi, tapi plat nomor masih berantakan. Anda tertarik? (Arie Kurniawan)

Advertisements

Bengkel Shockbreaker Kromopawiro, Solo

INILAH salah satu bengkel shockbreaker yang cukup dikenal oleh warga Solo. Terbukti dari beberapa teman yang saya tanyai seputar bengkel shockbreaker di Solo, mayoritas merekomendasikan bengkel shockbreaker Kromopawiro yang berlokasi di Jl. Cipto Mangunkusumo, Solo ini.

kromopawiro
Bengkel shockbreaker Kromopawiro, Solo. (Foto: Google Street View, Januari 2016)

Hari Jumat (25/11) lalu, saya berkesempatan menserviskan shockbreaker depan Supra X 125 saya yang sebenarnya sudah lama mengalami rebound yang sangat kasar sampai-sampai mengeluarkan suara “dag”.  Setelah sampai di bengkel tersebut, saya pun berkonsultasi sedikit dengan sang mekanik mengenai keluhan pada motor saya. Sang mekanik menjelaskan permasalan berasal dari as shock yang tidak orisinil. Menurutnya, as shock depan yang tidak orisinil mempunyai kecenderungan perubahan ukuran silinder di bagian dalamnya, sehingga berpengaruh pada sirkulasi oli di dalam shockbreaker. Dan inilah yang menyebabkan proses rebound tidak normal. Benar saja, pada Maret 2016 lalu saya memang sempat mengganti as shock depan Supra X 125 saya dengan as shock depan seharga 130-an sepasang. Inilah yang saya sinyalir sebagai produk KW, bukan orisinil.

Berhubung sudah niat ingin memperbaiki kondisi shock depan motor, saya pun kemudian mencari part yang saya butuhkan tersebut, yaitu sepasang as shock depan Supra X 125 (kode part: 51410 KTM 881). Di bengkel resmi harga part ini dibanderol harga sekitar Rp125.000,00 untuk satu buah (sepasang Rp250.000,00). Mencoba tetap menggunakan prinsip berhemat, saya pun meluncur ke sebuah toko khusus onderdil Honda, yaitu Gudang Onderdil Honda yang terletak di kawasan Srambatan Solo. Di toko ini harga onderdil yang ditawarkan memang cukup miring, terbukti untuk as shock depan yang saya cari cukup dihargai Rp115.000,00 untuk satu buah (sepasang Rp230.000,00). Setelah sedikit bernegosiasi, akhirnya pihak toko bersedia memberikan diskon karena saya membeli sepasang. Masing-masing part mendapat diskon Rp11.500,00, jadi total harga yang harus saya tebus adalah Rp207.000 untuk sepasang as shock depan. Lumayan berhemat.

Di bengkel Kromopawiro, proses penggantian as shock depan dikerjakan kurang dari satu jam. Dengan membayar biaya servis sebesar Rp70.000,00 (sudah termasuk oli shock dan seal dalam), kenyamanan yang hilang pada shockbreaker depan Supra X 125 saya sudah kembali saya dapatkan. Pelajaran yang bisa saya ambil, yaitu untuk urusan motor, memang ada partpart tertentu yang tidak bisa begitu saja diganti dengan yang KW, barangkali as shockbreaker inilah salah satunya.

Demikian share, semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)

Review Pemakaian Nitrogen pada Ban Sepeda Motor

SUDAH hampir satu bulan saya memakai sepeda motor dengan ban berisi nitrogen. Seperti yang telah saya tulis sebelumnya di blog ini, per 20 Juli 2016 lalu saya mengisikan nitrogen untuk kedua ban sepeda motor Supra X 125 saya. Setelah hampir satu bulan memakai, berikut dua poin catatan yang bisa saya paparkan.

ilustrasinitrogen
Ilustrasi kios nitrogen. (Foto: https://suryamalang.tribunnews.com)

Pertama, setelah menggunakan nitrogen pada kedua ban motor saya, tekanan ban saya rasakan cenderung stabil. Tercatat, sejak melakukan pengisian nitrogen untuk kali pertama pada 20 Juli lalu, baru satu kali saya menambah tekanan ban motor saya. Itupun tidak terlalu banyak penambahan dan tidak pada kedua ban (hanya ban belakang). Lain halnya bila dibandingkan dengan ketika saya masih menggunakan angin biasa pada kedua ban motor saya dulu. Ketika itu, paling tidak tiga hari sekali saya harus menambah tekanan angin pada ban sepeda motor saya dikarenakan tekanan anginnya sering mendadak berkurang (kempes).

Kedua, menggunakan nitrogen pada kedua ban sepeda motor saya membuat getaran yang timbul yang disebabkan jalan yang tidak rata cenderung dapat diredam. Sebelumnya saat masih menggunakan angin biasa, saya harus mengurangi tekanan ban sepeda motor saya agar laju kendaraan nyaman ketika melewati jalan yang tidak rata. Tapi setelah menggunakan nitrogen, saya tidak perlu melakukan hal tersebut. Dengan tekanan yang standar, ban berisi nitrogen dapat meredam getaran ketika melewati jalan yang tidak mulus. Hal ini tentunya dapat membuat lebih ringan kerja shockberaker.

Itulah dua hal yang kentara sekali saya rasakan setelah menggunakan ban berisi nitrogen. Ada klaim yang mengatakan mengisi ban dengan nitrogen dapat membuat ban lebih awet. Dalam kasus saya ini, tentu hal tersebut belum dapat dibuktikan, mengingat saya baru satu bulan menggunakan. Sekian share pengalaman. Semoga bermanfaat. (Arie Kurniawan)

Pengalaman Isi Angin Ban Motor dengan Nitrogen

TAMPAKNYA mulai menjamur, stasiun pengisian nitrogen di SPBU-SPBU. Saya pun penasaran dengan “rasa” yang diberikan saat kita memakai ban yang berisi nitrogen. Nah, setelah membaca kelebihan-kelebihannya dari internet, sore kemarin (20/7) sepulang kerja saya mampir di sebuah SPBU yang terdapat stan pengisian nitrogennya. Sehubungan sebelumnya kedua ban motor saya berisi angin biasa, maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal, angin di kedua ban tersebut harus dikuras dulu dan diisi dengan nitrogen. Saya tidak menemukan kompresor di stan tersebut. Setelah saya menanyakan, sang operator mengatakan bahwa di stannya ini nitrogen memang sudah berada di dalam tabung besar yang dikirim langsung dari Jakarta. Dan dia hanya tinggal mengisikannya pada ban motor pelanggan.

stannitropratama.jpg
Sebuah stand pengisian nitrogen di sebuah SPBU. (Foto: https://nitropratama.com)

Proses penggantian angin dari angin biasa ke nitrogen tak memerlukan waktu lama, sama sepeti jika kita mengisi angin ban motor dengan angin biasa. Biaya pengisian nitrogen dari awal untuk ban sepeda motor pada stan ini cukuplah terjangkau, yaitu Rp5000 untuk setiap ban.

Setelah pengisian ban selesai, sang operator akan mengganti tutup pentil ban motor Anda dengan tutup pentil berwarna hijau. Ini sebagai penanda bahwa ban motor Anda berisi nitrogen. Diharapkan dengan tanda ini, para mekanik di bengkel-bengkel tidak sembarangan mengisi ban motor Anda dengan angin biasa.

Impresi awal yang saya rasakan memang berbeda ketika saya menggunakan ban yang berisi angin biasa. Dengan tekanan yang standar, saya merasakan ban lebih empuk dan ringan. Ban jadi lebih mampu meredam getaran dan ini menurut saya akan meringankan kerja shockbreaker.

Itulah kesan awal sementara saya ketika menggunakan ban berisi nitrogen. Bagi Anda yang tiap hari memakai kendaraan bermotor untuk beraktivitas, tak ada salahnya mencoba dan merasakan sendiri impresinya. Silakan mencoba. (Arie Kurniawan)

Ganti Shockbreaker Belakang Setelah 10 Tahun Pemakaian

SETELAH 10 tahun pemakaian, akhirnya sepasang shockbreaker belakang Honda Supra X 125D milik saya, saya ganti dengan yang baru. Mencapai usia yang ke-10 tahun, bagi sepasang shockbreaker motor menurut saya adalah pencapaian yang cukup luar biasa mengingat sekitar 2 tahun belakangan ini, medan jalan yang saya lewati bukan sepenuhnya aspal yang mulus, melainkan juga jalan pedesaan yang terjal berbatu. Memang, pada tahun 2015 kemarin saya pernah satu kali menserviskan shockbreaker belakang motor saya tersebut di sebuah bengkel shockbreaker di kawasan Sukoharjo. Sekadar untuk memperpanjang usia dan membuat sedikit nyaman saja. Dan sekarang setelah genap berusia 10 tahun, rasa-rasanya part tersebut memang sudah sepantasnya saya ganti dengan yang baru. Saya sengaja tidak mencari merek aftermarket, karena memang untuk mempertahankan orisinalitas motor saya.

ahm.JPG
Sepasang shockbreaker untuk Honda Supra X 125. (Foto: https://bukalapak.com)

Akhirnya, saat istirahat kerja tadi saya sempatkan menyambangi sebuah Depo Onderdil Honda yang ada di daerah Punggawan Solo untuk sakadar survei harga. Di tempat tersebut sepasang shockbreaker untuk Honda Supra X 125 dipatok harga sebesar Rp360.000 belum termasuk ongkos pemasangan. Sebuah angka yang cukup lumayan bagi saya. Akhirnya, perjalanan mensurvei harga saya lanjutkan ke sebuah toko onderdil motor di Jl. Yos Sudarso Solo, namanya Gemilang Motor. Di tempat ini part yang saya maksud dihargai Rp335.000 sepasang belum termasuk ongkos pemasangan. Setelah mencoba nego, akhirnya tersepakati harga Rp320.000 termasuk ongkos pemasangan.

Setelah menunggu tak beberapa lama, berkat kerja dua orang mekanik yang cukup cekatan, sepasang shockbreaker baru merek Showa terpasang di motor saya. Impresi pertama yang saya rasakan tentunya berbeda dengan sebelum part ini diganti. Namun saya belum sempat mencobanya lebih jauh di berbagai medan mengingat jam sudah menunjukkan pukul 13.15 WIB di mana itu artinya saya harus buru-buru kembali ke kantor.

Semoga suatu hari saya bisa memberikan review pemakaian awal shockbreaker ini. Salam. (Arie Kurniawan)