Kesan Pertama Icip-Icip Susu Frisian Flag Coconut Delight

SAYA bukanlah pecinta susu. Hanya saja, sewaktu SD dulu, Ibu ‘mengharuskan’ saya untuk minum susu sehabis sarapan. Belakangan, ketenangan jiwa saya terusik sejak melihat sebuah iklan TV tentang susu dengan rasa kelapa muda. Bagi Anda yang sering nongkrong di depan TV, pasti ingat beberapa waktu lalu ada iklan susu yang menampilkan seorang pria sedang minum susu di samping rel kereta di stasiun dan mengucapkan beberapa patah kata yang tidak terdengar jelas. Pemirsa pun disuruh menebak kira-kira apa yang diucapkan pria tersebut. Ingat bukan?

amrazing.jpg
Frisian Flag Coconut Delight. (Foto: Twitter @amrazing)

Skip dan skip, akhirnya setelah beberapa bulan iklan tersebut muncul untuk kali pertama, sore kemarin saya baru berkesempatan mampir ke Indomaret dan membeli satu kotak Frisian Flag Coconut Delight ukuran 225 ml.

Kesan pertama saat meminum susu tersebut lewat sedotan, ingatan saya langsung tertuju pada es krim rasa santan yang biasa saya makan waktu kecil dulu. Entah es krim merek apa saat itu. Ya, saya lebih menangkap citarasa ini sebagai citarasa ‘santan’ yang dicampur susu, bukan air kelapa yang dicampur susu.

Citarasa santan (kelapa) yang ditawarkan susu ini menurut saya manisnya pas sekali. Mungkin hal ini adalah cara aman agar susu ini bisa dicampur dengan minuman cair lain seperti sirup ataupun jus. Susunya sendiri saya rasa juga tidak terlalu dominan. Hanya samar-samar namun tidak mengurangi image-nya sebagai susu.

Kesimpulannya, susu ini merupakan citarasa baru di dunia persusuan di Indonesia. Untuk itu Anda sebaiknya mencoba. Bila Anda kebetulan tidak menyukai susu, tak perlu khawatir, susu dalam varian ini tidak begitu dominan, hanya samar-samar jadi jangan takut akan membuat Anda mual. Cara lain adalah dengan mencampurnya dengan jenis minuman lain seperti jus ataupun sirup. Penasaran rasanya? Silakan mencoba! (Arie Kurniawan)

Advertisements

Inilah Syarat Membuat Kartu Identitas Anak di Kab. Wonogiri

SEPERTI kita ketahui bersama bahwa pada tahun 2016 lalu, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Peraturan Menteri No. 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Kartu Identitas Anak (KIA) adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota setempat.

Tujuan pemberian KIA ini adalah untuk meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik serta sebagai upaya pemerintah memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negaranya.

kia.jpg
Ilustrasi Kartu Identitas Anak. (Foto: http://abuazmashare.id)

Kabupaten Wonogiri, sebagai sebuah kabupaten di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tentu harus pula tunduk pada peratuan tersebut. Untuk itu dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2 Tahun 2016 tersebut, saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri telah membuka pelayanan bagi warganya yang ingin mengajukan pembuatan Kartu Identitas Anak.

Ada dua cara pengurusan dalam permohonan KIA kali ini. Bagi anak yang baru lahir dan sedang dalam proses pembuatan Akta Kelahiran, hal ini bisa diurus di Kantor Kecamatan setempat. Selengkapnya untuk masalah ini bisa ditanyakan kepada kantor kecamatan setempat. Kemudian bagi anak yang telah memiliki Akte Kelahiran namun belum memiliki KIA, orang tua yang bersangkutan cukup mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri dan mengisi formulir yang telah disediakan. Dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut.

  • Fotokopi Kutipan Akta Kelahiran dan menunjukkan Kutipan Akta Kelahiran yang asli.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) orang tua/wali.
  • E-KTP asli kedua orang tua/wali.
  • Pasfoto anak berwarna ukuran 4×6 (2 lembar). Untuk anak di bawah 5 tahun tidak perlu menyertakan foto.

Demikian informasi mengenai persyaratan pembuatan KIA di wilayah Kabupaten Wonogiri hasil wawancara saya dengan salah satu staf di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri. Untuk wilayah lain di Indonesia, saya kira tidak berbeda persyaratannya.

Demikian, semoga bermanfaat! (Arie Kurniawan)

Google Luncurkan “Qibla Finder” untuk Memandu Anda Menemukan Arah Kiblat

MINGGU (11/6), Google meluncurkan aplikasi terbarunya, Qibla Finder untuk membantu umat muslim dalam menemukan arah kiblat. Cara kerja aplikasi ini adalah dengan menarik garis lurus dari posisi kita berada menuju posisi Kakbah yang berada pada koordinat 21º 25′ 21.05” LU dan 39º 49’ 34.31” BT.

Saya pun berkesempatan mencoba Qibla Finder versi desktop di alamat https://qiblafinder.withgoogle.com/intl/id/desktop. Caranya sangat mudah, Anda tinggal menentukan lokasi akurat Anda dengan cara menggeser map yang ada pada layar PC Anda. Dan hasilnya sudah bisa Anda lihat saat itu juga, karena keberadaan garis lurus warna biru yang secara otomatis tertaut ke titik Kakbah. Silakan mencoba! (Arie Kurniawan)

qibla.png
Tampila Qibla Finder versi dekstop. (Foto: SC Google Qibla Finder)

Asal Usul Nastar dan Kastengel, Hidangan Wajib Hari Lebaran

TANPA terasa bulan Ramadan sudah hampir setengahnya kita lalui. Berbagai aktivitas untuk menyambut lebaran pun sudah mulai dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Mulai dari memilih-milih pakaian untuk dipakai di hari lebaran, sampai pada aktivitas membuat sendiri kue-kue yang nantinya akan dihidangkan di hari lebaran. Memang pada masyarakat kita, lebaran identik dengan berbagai macam hidangan dan makanan di sela-sela suasana hangat antaranggota keluarga.

nastar.jpg
Kue nastar. (Foto: http://mangcook.com)

Di antara aneka hidangan lebaran tersebut, barangkali kue nastar dan kastengel-lah yang paling populer dan paling sering disediakan di rumah-rumah yang merayakan lebaran. Nastar adalah sejenis kue kering yang terbuat dari adonan tepung, mentega, dan telur yang diisi dengan selai buah nanas. Nastar berasal dari kata Belanda, ananas dan tart. Kue ini berbentuk bulat-bulat berdiameter sekitar 2 cm, dan di atasnya sering dihiasi dengan potongan kecil kismis atau cengkih. Di era kini, nastar telah dimodifikasi dengan selai dari buah-buahan lain, seperti strowberi, bluberi, dan sebagainya. Nastar biasa dijual dalam kemasan toples plastik di toko-toko kue atau swalayan.

Tak jauh berbeda dengan nastar, kastengel juga merupakan kue yang cukup populer di dalam perayaan lebaran. Kue ini dibuat dengan dipanggang menggunakan oven. Bentuknya sebesar jari dengan panjang sekitar 5 cm. Bahan pembuatnya pun mirip dengan nastar, hanya saja adonan kastengel menggunakan keju (akan lebih baik bila menggunakan keju tua dari Belanda).

Kastengel berasal dari kata Belanda kaas yang berarti keju dan stengels yang berarti batangan. Oleh karena itu disebut kaasstengels atau batangan keju dan sekarang dikenal dengan kastengel. Melihat dari asal katanya, barangkali resep kue-kue tersebut mulanya dibawa oleh orang-orang Belanda yang pernah menjajah negara kita, hingga kemudian mengalami penyesuaian dengan selera masyarakat lokal Indonesia.

Sudahkah Anda mempersiapkan keperluan lebaran Anda berasama keluarga? (Arie Kurniawan)

Indahnya Gerbang Tol Salatiga dengan Gunung Merbabu yang Menjadi Latarnya

BEBERAPA hari ini gerbang tol Salatiga (tepatnya di Seksi III Bawen–Salatiga) menjadi perbincangan hangat para netizen. Pasalnya, gerbang tol tersebut memiliki pemandangan alam yang sangat mempesona. Seperti yang bisa Anda lihat di foto yang sedang menjadi viral akhir-akhir ini, gerbang tol tersebut berlatar belakang Gunung Merbabu yang menjulang.

tol.PNG
Gerbang tol Salatiga dengan latar Gunung Merbabu yang menjulang. (Foto: Instagram @dwisaputro)

Hal tersebut dibenarkan oleh Manajer Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), selaku pengelola jalan tol Semarang–Solo, Fauzi Abdul Rahman. Kepada Kompas.Com ia mengatakan latar belakang pemandangan gerbang tol Salatiga memang lebih bagus dengan keberadaan Gunung Merbabu. Fauzi menambahkan bahwa memang tol Semarang–Solo dibangun dengan kondisi lingkungan yang masih asri sehingga di beberapa lokasi akan bisa dijumpai pemandangan sawah, lembah, dan pegunungan yang menawan. Penasaran ingin melewatinya? (Arie Kurniawan)

tol
Gerbang tol Salatiga dilihat dari udara. (Foto: Bina Marga Jateng)
tol1
Gerbang tol Salatiga. (Foto: Detik.Com)
%d bloggers like this: